Aksi
Kampanye
Kampanye
Aksi
Kabar Basis
‹
›
Kampanye
Ekspresi
Solidaritas
Artikel
SEKBER BURUH TV
![]() |
| Perempuan Mahardika |
Perempuan keluar rumah! Bangun Organisasi dan pergerakan perempuan melawan patriarki, militerisme dan kapitalisme!
Penghancuran gerakan perempuan dan gerakan kerakyatan di Indonesia di tahun 1965 merupakan kekalahan bagi rakyat dan gerakan perempuan di Indonesia. Reformasi tahun 1998 dan penjatuhan kediktatoran Soeharto membuka jalan bagi reorganisasi gerakan perempuan.
Berbagai bentuk organisasi perempuan bertumbuh: kelompok-kelompok komunitas akar rumput dan LSM semakin banyak, namun belum dalam bentuk yang secara politik melawan keseluruhan sistem yang menindas perempuan, yakni patriarki dan kapitalisme. Kelahiran kembali pergerakan ini memberi landasan bagi pembangunan kembali suatu gerakan perempuan yang progresif dan anti kapitalis untuk berjuang melawan iklim politik yang semakin seksis. Perempuan Mahardhika didirikan atas landasan kepentingan tersebut.
Perempuan Mahardhika dan pembangunan gerakan rakyat
Persatuan dengan gerakan demokratik
Sangat penting memajukan pergerakan rakyat untuk dapat membangun suatu alternatif yang radikal terhadap sistem saat ini. Perempuan Mahardhika secara aktif mengambil peran penting dalam mengkonsolidasikan pergerakan, membantu untuk menguatkannya, dan sekaligus meluaskan serta meningkatkan kesadaran pembebasan perempuan ke dalam gerakan demokratik di Indonesia (yang kita biasa sebut sebagai pengarusutamaan jender).
Bersama gerakan demokratik, Perempuan Mahardhika membangun persatuan politik, mengorganisir dan melakukan mobilisasi, pendidikan politik, diskusi dan penyebaran selebaran, pemogokan dan bahkan sempat terlibat dalam membangun partai politik untuk bertarung dalam pemilu 2009. Melalui pengaruh demokratik dan feminis terhadap pergerakan semacam itulah Mahardhika dapat tumbuh.
Bersatu dengan gerakan buruh
Buruh perempuan merupakan pusaran potensial bagi pergerakan perempuan progresif. Mahardhika telah melakukan pengorganisiran dan mengambil bagian dalam membangun gerakan buruh sebagai jalan meningkatkan kesadaran atas hak-hak perempuan dan feminisme. Pendidikan politik, Sekolah Feminis untuk kaum buruh, menyertakan isu perempuan ke dalam isu-isu perburuhan, diskusi, publikasi, pemutaran film dan advokasi melawan pelecehan seksual di pabrik untuk meningkatkan kapasitas perjuangan buruh perempuan, adalah sebagian aktivitas yang dilakukan oleh Perempuan Mahardhika.
Perempuan buruh memiliki banyak persoalan yang harus diperjuangkan, seperti diskriminasi, pelecehan, pelanggaran hak-hak normatif, upah murah, pemberangusan serikat, outsourcing, kesulitan untuk menyertakan beberapa tuntutan khusus perempuan ke dalam Kesepakatan Kerja Bersama (KKB), dsb. Dalam rangka mengatasi berbagai tantangan ini, kapasitas dan kesadaran gender para organisator perempuan buruh harus ditingkatkan.
Saat ini, untuk pembangunan perspektif perempuan di gerakan buruh, Mahardhika berhubungan erat dengan Federasi Buruh Lintas Pabrik (FBLP). Kegiatan bersama yang telah dilaksanakan adalah seperti diskusi perempuan setiap Selasa dan penyelenggaraan bersama Sekolah Feminis Buruh. Melalui aktivitas bersama dengan FBLP juga lah Mahardhika cukup berhasil dalam meningkatkan kepemimpinan perempuan dan ikut berperan dalam melahirkan sebuah radio komunitas Marsinah FM, yang dijalankan oleh dan untuk perempuan buruh di Jakarta Utara.
Kampanye terakhir yang dilakukan Perempuan Mahardhika adalah pemenuhan “Pojok Asi” dan tempat penitipan anak di pabrik sebagai bagian dari hak normative pekerja perempuan yang telah diputuskan Organisasi Buruh Internasional (ILO). Perempuan Mahardhika juga mendukung perlawanan terhadap penangguhan upah terhadap industry tekstil, garmen, alas kaki dan mainan yang merugikan lebih banyak pekerja perempuan.
Bersatu dengan organisasi perempuan lainnya dan kelompok-kelompok LGBTI
Gerakan perempuan telah bertumbuh dan berkembang sejak tahun 1998, namun belum mencapai keluasan yang sama seperti yang terjadi sebelum tahun 1965. Perempuan Mahardhika secara aktif terlibat dan membangun gerakan perempuan, mendorongnya berjuang untuk pemenuhan hak-hak demokratis perempuan yang semakin mendapatkan serangan hebat oleh berbagai kelompok fundamentalis reaksioner serta oleh berbagai kebijakan politik dan ekonomi yang pro kapitalis pro Negara neoliberal.
Feminisasi kemiskinan (kemiskinan yang didominasi oleh perempuan), kontrol Negara terhadap tubuh dan seksualitas perempuan dalam wujud UU Anti Pornografi, kekerasan seksual, diskriminasi, kesehatan reproduksi, dll, adalah sebagian dari persoalan mendesak yang harus disuarakan. Mahardhika mempercayai politik independen aksi massa dan mobilisasi adalah kunci untuk melawan berbagai persolan yang mendesak, yang disebabkan oleh kelas penguasa kapitalis dan patriarkis ini.
Melalui pendekatan ini, Mahardhika telah mulai melibatkan dirinya dan membantu pembangunan gerakan LGBTI (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Interseks) di Indonesia. Mahardhika mempertahankan hak-hak kaum LGBTI melalui kampanye solidaritas dalam International Day against Homophobia and Transphobia (IDAHO) dan International Lesbian and Gay Association (ILGA) di tahun 2011 dan 2012, serta aktif dalam melawan represi terhadap kebebasan berekspresi seperti penyerangan terhadap Irsyad Mandji dan rencana konser Lady Gaga.
Mahardhika belakangan ini berperan aktif dalam mempromosikan dan mendirikan satu pertemuan nasional para aktivis LGBTI yang bertujuan untuk membangun pendekatan yang lebih menyatu dan membangun gerakan LGBTI di Indonesia. Melalui pengalaman ini Maharhdika sekarang telah sanggup membentuk kelompok queer independen di Medan dan Jakarta Utara.
Bersatu dengan kaum tani dan kaum miskin kota
Struktur Mahardhika terkait dan secara aktif terlibat dalam perjuangan melawan penggusuran serta mengadvokasi hak-hak kaum miskin kota terhadap tanah dan pekerjaan. Di pantai Parangtritis – Yogyakarta contohnya, Mahardhika terlibat dalam mengorganisir keluarga miskin dan kaum perempuan yang tergusur dari rumah dan pekerjaan mereka karena proyek pembangunan resort dan hotel yang dilakukan oleh pemerintahan kesultanan di Yogyakarta. Mahardhika mencoba mengorganisasikan perempuan yang dilacurkan/pekerja seks untuk melawan kriminalisasi dan Perda Anti Miras serta Prostitusi di daerah ini.
Perempuan Mahardhika belum memiliki program dan advokasi terhadap perempuan tani. Kami biasanya mengambil bagian dalam berbabagi kampanye dan mobilisasi hak-hak kaum tani di Jakarta. Isu-isu yang biasanya kami diskusikan adalah kemiskinan di daerah pedesaan, kesehatan reproduksi perempuan tani, subsidi beras bagi kaum miskin, hak atas tanah, dan melawan represi militer atas perjuangan kaum tani.
Sekolah Feminis untuk Kaum Muda
Selama hampir 5 tahun Perempuan Mahardhika telah mengorganisasikan Sekolah Feminis untuk kaum muda (sebagian besar mahasiswa). Tiga modul yang terus diperbaharui telah dipublikasikan. Dimulai sebagai inisiatif ujicoba di Yogyakarta, Sekolah Feminis kini telah menyebar di 5 kota lainnya yaitu: Medan, Mojokerto, Samarinda, Makassar, dan Ternate, menyusul kemudian Sekolah Feminis untuk perempuan buruh di Jakarta Utara. Memperkenalkan perspektif feminis pada kaum muda mahasiswa dan buruh telah menjadi pengalaman yang sangat positif dan menggairahkan.
Sekolah diorganisir secara intensif dalam bentuk pelatihan selama 3 hari, dengan aktivitas-aktivitas pra dan pasca sekolah. Modul pelatihan meliputi 6 topic:Pemahaman terhadap persolan sehari-hari perempuan, Pengenalan Gender dan Seksualitas, Persoalan yang menghambat kesetaraan perempuan, Agama dan Kesetaraan perempuan, Perempuan dan potensi gerakannya yang mengubah dunia, serta apa yang ingin kita capai dan bagaimana caranya. Bagi Sekolah Feminis buruh kami menyiapkan modul yang hampir sama namun memiliki kandungan peran strategis perempuan buruh dalam perjuangan hak-hak perempuan.
Kelas-kelas dalam Sekolah Feminis bukanlah kelas semacam guru dan murid, melainkan kelas yang memfasilitasi diskusi. Itulah mengapa kami juga mengembangkan berbagai permainan yang terkait topic untuk membantu peserta memahami materi. Bagi kami sangatlah penting memiliki pendidikan feminis yang jelas dan sistematis namun tidak reduksionis. Kelas feminis ini sangat penting bagi Maharhdika untuk mendapatkan lapisan feminis baru yang akan bergabung dalam organisasi, disamping bahwa kaum muda perempuan adalah kekuatan penting bagi keberlanjutan perjuangan.
Sekolah Feminis sekaligus merupakan bagian dari cita-cita jangka panjang Mahardhika untuk membangun suatu insitusi pendidikan feminis sosialis di Indonesia dan memainkan peran besar untuk membangun perspektif bagi pergerakan pembebasan perempuan di negeri ini. Agar ini tercapai membutuhkan usaha dan dukungan yang konsisten, dan Sekolah Feminis hanyalah sebuah awal.
Struktur dan Tujuan Organisasi
Perempuan Mahardhika adalah organisasi perempuan yang secara konstruktif memeluk teori feminis sosialis dalam perjuangan dan pergerakannya. Diinisiatifi sebagai kolektif kerja perempuan sejak tahun 2003 namun berhasil menjadi sebuah jaringan yang tidak ketat sejak tahun 2006. Perempuan Mahardhika menjadi lebih eksis dan berakar dalam pergerakan hak-hak perempuan setelah tahun 2010. Beberapa organisasi kiri dan progresif—dimana banyak anggota Mahardhika juga menjadi anggota—secara konstruktif telah terlibat dan membantu Mahardhika mencapai tujuannya. Perdebatan yang hidup memperkaya praktek perjuangan organisasi dan sejauh ini tidak menjadi hambatan dalam melakukan pekerjaan perjuangan untuk meluaskan gerakan perempuan independen.
Perempuan Mahardhika saat ini ada di 9 Kota (7 provinsi): Jakarta, Mojokerto, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Samarinda, Balikpapan, Makassar, dan Ternate. Struktur nasional Mahardhika disebut Komite Nasional, dan Komite Kota di tingkat kota.
PENGURUS KOMITE NASIONAL 2013-2015
Sekretaris Nasional : Mutiara Ika Pratiwi
Departemen Pendidikan dan Sekolah Feminis : Sri Sartika Dewi, Christina Yulita
Departemen Politik dan Kampanye : Dian Novita, Jumisih
Departemen Pengembangan Organisasi : Hasmarani Nento, Latiefah Widuri Retyaningtyas
Departemen Penggalangan Dana : Thien Kusna, Vivi Widyawati
KONTAK KAMI
| Alamat | : Jalan Tebet Timur Dalam V A/No.33, Jakarta Selatan, 12820, Indonesia |
| Nomor telepon dan fax | : +62 21 83784318 |
| Email
Blog
| : mahardhika.kita@gmail.com |
| FB | : Perempuan Mahardhika |
Anggota
![]() |
| Profile SMI |
Embrio Persatuan
Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) tentu saja tidak sekonyong-konyong terlahir begitu saja, namun SMI mempunyai sejarah yang cukup panjang terutama dalam proses pembangunannya.
Diawali sejak akhir tahun 2001 terbentuk Komite Pendidikan Bersama Indonesia (KPBI) yang terdiri dari Organisasi-Organisasi GM tingkat lokal/kota yaitu Keluarga Mahasiswa Yogyakarta (KMY), Komite Mahasiswa Mataram (KOMIT) yang setelah melakukan ekspansi di beberapa kampus berubah menjadi Komite Mahasiswa Mataram untuk Demokrasi (KOMID), Dewan Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokrasi (DEMARKASI - Malang) dan Komite Mahasiswa Malang untuk Demokrasi (KOMANDO) yang dalam prosesnya kedua organisasi di Malang tersebut melakukan Unifikasi dan berubah menjadi Serikat Mahasiswa Malang (SMM), Di Semarang ada Serikat Mahasiswa Kaligawe (SEMAK) yang kemudian berubah menjadi Keluarga Aktivis Mahasiswa Demokratik (KAMD).
Setelah melakukan perluasan dibeberapa kampus di Semarang, Di Pekalongan ada Keluarga Mahasiswa Sekolah Sadar Sosial (KM-S3), di Jakarta ada Gerakan Mahasiswa Jakarta (GMJ) dan KM-Gunadharma serta KM-ISTN yang juga melakukan unifikasi menjadi Gerakan Mahasiswa Jabodetabek (GM-Jabodetabek).
Di Surabaya ada Serikat Mahasiswa untuk Rakyat (SAMSARA), Di Bengkulu ada Solidaritas Mahasiswa untuk Demokrasi (SMUD), Di Palembang ada Gerakan Solidaritas Mahasiswa Palembang (Gersos-MP), Di Jombang ada Komite Aksi Mahasiswa Jombang (KAMAJO) dan Jaringan Solidaritas Mahasiswa Jombang (JSMJ) yang kemudian unifikasi menjadi Serikat Mahasiswa Jombang (SMJ), Di Pasuruan ada Forum Diskusi Mahasiswa Merdeka (FORDISMA ).
Semangat persatuan yang ada di masing-masing organisasi tersebut menjadi benang merah yang terus diproses secara bersama-bersama menuju tahapan-tahapan yang kualitatif.
Tahapan Maju Menuju Persatuan Gerakan Mahasiswa
KPBI pada waktu itu hanya sebatas melakuakan pendidikan-pendidikan bersama secara nasianal dan melakukan pertemuan-pertemuan yang terdiri dari pertemuan sisipan 3 bulan sekali dan pertemuan Nasional tiap 6 bulan sekaligus pelatihan nasional, Dalam proses Dialektikanya ketika perspektifnya semakin maju maka kemudian pada saat pertemuan KPBI di semarang tahun 2004 menghasilkan keputusan untuk mempersiapkan kerangka bangunan Ormass Mahasiswa Tingkat Nasional dan secara nama berubah menjadi Komite Persiapan Serikat Mahasiswa Indonesia (KP – SMI), Setelah itu kemudian mulai berbicara tentang kebutuhan-kebutuhan pembangunan Ormass Mahasiswa tingkat Nasional, KP-SMI secara struktur terdiri dari Sekretaris Umum, Komisi Pendidikan & Propaganda, Komisi Organisasi & Jaringan kemudian setelah ada kebutuhan lebih lanjut komposisinya ditambah satu perangkat lagi yaitu Ketua Umum, Semua perangkat tersebut bekerja untuk penguatan Infrastruktur dan Suprastruktur Organisasi. Kemudian setelah semuanya matang maka pada tanggal 15 s/d 18 Agustus 2006 SMI melangsungkan Konferensi Nasional (KONFERNAS) yang pertama di Semarang, Sejak tanggal 17 Agustus 2006 (Hari Kelahiran SMI) maka secara Defacto maupun Deyure telah berdiri satu Ormass Mahasiswa Tingkat Nasional yaitu Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI) yang siap berdinamika di kancah Gerakan Demokratik tingkat Nasional dan siap mengemban tugas-tugas perjuangan massa Mahasiswa di Indonesia.
SMI dan Tugas-Tugas Perjuangan Massa
SMI sebagai Ormass Mahasiswa tingkat nasional dalam memandang situasi obyektif saat ini merasa perlu untuk memperjuangkan hak-hak EkoSosBud massa Mahasiswa melalui perjuangan politik, tentunya akan lebih banyak berbicara tentang dunia pendidikan sebagai sektor yang paling bersinggungan dengan hak-hak Pemuda Mahasiswa di Indonesia. Artinya bukan berarti SMI menisbikan tugas-tugas perjuangan politik yang sifatnya umum, tapi hal ini merupakan bentuk manifestasi perjuangan dari Organisasi Massa Mahasiswa. Berdasarkan kondisi obyektif hari ini, dunia pendidikan semakin berorientasi pada kepentingan pasar dan kapitalisasi pendidikan menjadi suatu hal yang tidak bisa dielakkan lagi.
Artinya semua ruang-ruang pendidikan menjadi komoditas bagi kepentingan modal makanya tidak heran jika dunia pendidikan kita menjadi semakin mahal dan secara out putnya tidak berkualitas, lantas pertanyaanya siapa yang siap mengemban tugas-tugas perjuangan massa yang sangat berkepentingan dengan dunia pendidikan ? selama ini sudah banyak kebijakan dari negara hari ini melalui pemerintahan yang komparador dan jelas-jelas tunduk pada kepentingan Imperialisme, khususnya kebijakan didunia pendidikan yang semakin jauh dari esensi pendidikan yang sebenarnya yaitu pendidikan sebagai alat untuk mencerdaskan dan membebaskan manusia dari belenggu yang menindas. SMI sebagai ormas mahasiswa tentunya berusaha mengambil peran-peran itu dan selalu fokus pada pokok-pokok pekerjaan untuk memperjuangkan dunia pendidikan agar lebih berkualitas, ilmiah, demokratis, dan benar-benar bervisi kerakyatan.
Ketika SMI berbicara tentang pendidikan tidak hanya dilingkup perguruan tinggi saja melainkan semua lini yang kemudian bersentuhan dengan sektor pendidikan maka hal itu menjadi fokus gerak kampanye kita, sudah cukup banyak kebijakan disektor pendidikan yang memarginalkan kepentingan rakyat pada umumnya katakanlah kebijakan dari pemerintah tentang Ujian Akhir Nasional (UAN) yang kemudian memicu persoalan bagi siswa-siswi pelajar di seluruh Indonesia karena merasa hak-haknya dikebiri oleh Rezim hari ini, kebijakan tersebut sebenarnya menunjukkan ketidak konsistenan pemerintah dalam menggerakkan langgam dunia pendidikan karena pemerintah hanya melihat sebuah persoalan secara terkotak-kotak dan tidak obyektif. Bagaimana mungkin UAN bisa dijadikan sebagai alat ukur kualitas pendidikan di Indonesia ketika kondisi masing-masing sekolah dan tiap-tiap daerah sangat berbeda dan masih banyak kekurangan dalam hal kualitas pendidikan yang sebenarnya hal itu juga efek dari kebijakan pemerintah yang sangat buruk disektor pendidikan.
Selain itu muncul persoalan baru lagi ketika pemerintah berusaha menggolkan RUU BHP yang tidak lain sebagai instrument untuk menggerakkan dunia pendidikan agar lebih liberal dan sangat-sangat kapitalistik. RUU BHP akan sangat memberikan peluang bagi Perguruan Tinggi swasta agar menjalankan mekanisme seperti layaknya Perusahaan yang hanya berbicara tentang keuntungan dan Perguruan Tinggi tidak ubahnya seperti alat penghisap bagi Mahasiswa, Mengapa RUU BHP harus kita tolak ? karena Perguruan Tinggi berhak menentukan manajemennya sendiri yang akan dicantumkan pada ketentuan-ketentuan Badan Hukumnya. Selain itu pemerintah juga menciptakan instrument bagi perguruan tinggi negeri lewat mekanisme Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang selanjutnya memberikan kewenangan terhadap Perguruan Tinggi Negeri untuk mengelola dan mencari sumber dananya sendiri karena Negara dalam hal ini akan mengurangi subsidinya dibidang pendidikan dan efeknya Mahasiswa akan selalu dieksploitasi dan membayar mahal untuk bisa mengenyam pendidikan diperguruan tinggi.
Sebenarnya masih banyak hal yang perlu kita kritisi dan kita bongkar untuk memblejeti Sitem Pendidikan Nasional kita, yang jelas sejak disahkannya UU Sisdiknas dunia pendidikan di Indonesia mulai digerakkan untuk kepentingan kaum Neoliberal. Untuk lebih jelas dan terang dalam membongkar Sistem Pendidikan Nasional SMI akan banyak menyediakan media dan membuka ruang bagi seluruh kawan-kawan pemuda Mahasiswa agar kita semua tahu secara lebih gamblang tentang kebobrokan Sistem pendidikan kita dan apa upaya-upaya serta keinginan kita bersama. Maka dari itu mari bersama-sama kita serukan kampanye-kampanye kita untuk mewujudkan pendidikan yang Ilmiah, Demokratis, dan Bervisi Kerakyatan.
Selain persoalan-persoalan diatas juga sebenarnya banyak hal lain yang menyangkut kepentingan kawan-kawan kita di sektor Buruh dan kaum tani di Indonesia, kebiadaban imperialisme-lah yang telah menyebabkan semua sektor rakyat termarginalkan. Kawan-kawan buruh selalu disuguhkan dengan persoalan-persoalan yang sangat mendasar tentang kebijakan-kebijakan dari pemerintah diantaranya tentang upah yang sangat jauh dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL), tentang regulasi yang selalu mengebiri hak-hak buruh (UU no.13 Th 2003 tentang Ketenagakerjaan dll), PHK massal menjadi fenomena yang sering kita lihat.
Proletarisasi tidak hanya terjadi di sektor buruh saja, Kaum tani juga sangat merasakan efek dari kebijakan rezim boneka imperialis yang berganti-ganti dan tetap tunduk pada Imperialisme modal yang menghisap dan menjadi kenyataan konkrit ketika kaum tani di pedesaan termarginalkan akibat tanah-tanahnya banyak dikuasai oleh Industri perkebunan lewat mekanisme Hak Guna Usaha (HGU) khususnya lebih banyak kita jumpai di pulau jawa, Tanah-tanah Perhutani juga begitu luas tapi ironisnya 60% dari petani Indonesia hanya memiliki tanah seluas 0,2 Hektar saja, Subsidi pupuk juga dicabut sehingga harga pupuk melambung tinggi.
Segudang persoalan diatas sebenarnya merupakan efek dari Imperialisme yang selalu disuguhkan kepada negara dunia ketiga. Atas kondisi tersebut maka SMI sebagai salah satu kekuatan progresif disektor Mahasiswa selalu mempunyai perspektif yang multisektoral dan merasa berkewajiban untuk melakukan transformasi sosial dan bersama-sama mendukung perjuangan Sektor buruh dan tani melalui praktek perjuangan pembangunan alat persatuan dalam menggalang perjuangan Pembebasan Nasional Melawan Imperialisme.
Anggota
![]() |
| Profile FBLP |
FBLP singkatan dari Federasi Buruh Lintas Pabrik. Sebelumnya bernama FBLP - PPBI (Forum Buruh Lintas Pabrik - Persatuan Pergerakan Buruh Indonesia) yang didirikan pada 3Juni 2009.
FBLP-PPBI kemudian berganti nama menjadi FBLP (Federasi Buruh Lintas Pabrik) pada 30 Juni 2013 dengan susunan Pengurus Sebagai Berikut:
Ketua : Jumisih
Sekretaris Jendral : Dian Septi Trisnanti
Bendahara : Kurniati
Wakil Sekjen I : Wa Ampi
Wakil Sekjen II : Martuti
Kabid Perluasan Organisasi : Sri Sulastri
Kabid Kesetaraan Perempuan : Muhsanati Yusuf
Kabid Multimedia : Siti Masriah
Kabid Pendidikan dan Bacaan : Midarti
Kabid Advokasi : Richi Marnita
FBLP didirikan untuk menjadi bagian dari gerakan buruh untuk merebut kesejahteraan dan hak - hak buruh sebagai manusia dan melawan kapitalisme yang menindas buruh dan rakyat - See more at: http://www.buruhlintaspabrik.com/p/blog-page.html#sthash.iJrQ4SPI.dpuf
Anggota
![]() |
| Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) |
Visi
Meningkatnya harkat, martabat, dan kesejahteraan buruh migran Indonesia.
Misi
Memperjuangkan terwujudnya klas buruh migran Indonesia yang mandiri, kritis, dan sejahtera berdasarkan nilai-nilai kerakyatan (People Power).
Sejarah SBMI
Migrasi paksa yang terjadi pada Buruh Migran Indonesia secara terang benderang jelas merupakan tindakan pragmatis rezim komprador atas nama pembangunan. Industrialisasi dan revolusi hijau merupakan dua proyek besar kapitalis yang mendorong terjadinya kesenjangan ekonomi dan ketidakmerataan pendapatan antara kelas buruh dan pemilik modal. Pedesaan menjadi area kronis yang harus menanggung beban dan dampak terburuk dari proyek besar eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Rencana pembangunan industrialisasi nasional yang rapuh justru merampas lahan-lahan pertanian produktif, sementara revolusi hijau meminggirkan para petani menjadi buruh tani dan akhirnya menjadi buruh migran yang dipaksa bekerja di luar negeri tanpa perlindungan sejati dari negara. Perusahaan-perusahaan multi nasional yang merupakan pemilik modal memonopoli sistem perdagangan dan mengkondisikan Indonesia sebagai pasar yang sanagt rakus atas monopoli produk perdagangan global. Akibatnya terjadi penggusuran paksa, perampasan tanah dan kekerasan terhadap rakyat di pedesaan. Penyempitan lahan kerja dan penghilangan subsidi pertanian merupakan kebijakan kapitalis untuk menghancurkan industri agraria Indonesia dan menjadi pengimpor terbesar hasil-hasil produk negara-negara kaya di dunia. Semakin menurunya jumlah peluang kerja yang bisa dibuat oleh rezim komprador SBY Budiono sejalan dengan langkanya peluang kerja dan rendahnya tingkat upah riil mendorong terjadinya arus migrasi paksa pekerja Indonesia ke luar negeri.
Pada saat ini diperkirakan jumlah buruh migran Indonesia (BMI) di luar negeri sedikitnya sudah mencapai angka lebih dari 9 juta orang. Selain bekerja di sektor domestik sebagai pekerja rumah tangga (PRT) juga cukup besar bekerja di sektor perkebunan, konstruksi, manufaktur, kesehatan dan pelaut. Semuanya dalam kategori buruh rendahan (operator).
Berdasar basis sosialnya, sebagian besar BMI berasal dari pedesaan dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah atas hak-haknya sebagai buruh. Kondisi ini terus semakin menjauhkan buruh Indonesia dari akses atas haknya sebagai pekerja dan warga negara dan memperbesar kerentanan buruh terus tertindas dan dieksploitasi. Buruh Migran Indonesia (BMI) terus mengalami diskriminasi seperti jaman kolonialis dimanapun tempatnya bekerja. Di dalam negeri Buruh hanya dipandang sebagai komoditi dan warga negara kelas budak. BMI mendapatkan perlakuan yang diskriminatif mulai dari saat perekrutan, di penampungan, pemberangkatan mapun saat kepulangan. Bandara dan semua pelabuhan merupakan wujud nyata dari bentuk diskriminasi terhadap BMI dan anggota keluarganya yang mendiskreditkan buruh migran dengan warga negara lainnya.
Jelas Undang-undang yang hanya berorientasi pada penempatan menjadi cara rakus rezim SBY Budiono yang menjadi pemicu maraknya permasalahan yang menimpa BMI. Begitupun hingga saat ini tidak ada data resmi dari rezim pemerintah di negeri ini mengenai jumlah rakyatnya yang dikirim bekerja di luar negeri, tidak ada data resmi jumlah buruh migran yang menjadi korban PHK sepihak, tidak dibayar upahnya, bahkan ditraffiking, diseludupkan, mendapat ancaman hukuman mati, luka, cacat bahkan tewas saat bekerja, mendapat kekerasan fisik dan psikis, diperkosa hilang kontak puluhan tahun dan yang paling tragis diperbudak selama bekerja diluar negeri.
Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) adalah antitesis dari kondisi buruk Indonesia yang terus menjadi sasaran eksploitasi sistem kapitalistik dunia. Sebagaimana watak gerakan buruh maka kaum migran yang merupakan buruh haruslah membangun organisasi massanya. SBMI yang dirintis sejak tahun 2000 kemudisan membentuk FOBMI (Federasi Organisasi Buruh Migran Indonesia) yang didirikan pada tanggal 25 Februari 2003. Dan selanjutnya sebagai refleksi atas gerakan perlawanan kelas semakin memperjelas diri sebagai organisasi massa, pada Kongres II FOBMI tanggal 29 Juni 2005 organisasi ini merubah namanya menjadi Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI).
Catatan Perjalanan SBMI
Catatan Perjalanan SBMI
- Awalnya meluaskan jaringan anggota SBMI di basis dengan membentuk organisasi-organisasi komunitas buruh migran diberbagai wilayah di Indonesia.
- Selain membangun pos-pos pengaduan, SBMI juga menjalani taktik aksinya lewat pemantauan kasus di kantong-kantong basis buruh migran, wilayah transit dan negara-negara tujuan penempatan Buruh Migran Indonesia.
- Bekerja sama dengan banyak pihak terutama organisasi berbasis massa menyelenggarakan pendidikan tentang organisasi berbasis hak buruh migran dan anggota keluarganya.
- Terus melakukan tekanan lewat aksi-aksi ekstra parlementer ke pemerintah dan legislatif untuk mendesak penolakan terhadap UU No. 39/2004 tentang PPTKILN, desakan ratifikasi konvensi ILO No. 189 tentang Kerja Layak PRT, perda dan perdes serta mendesak dimasukkannya mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan kerja buruh migran lewat pengadilan perburuhan serta mendesak adanya agreement/perjanjian antara Indonesia dengan negara-negara tujuan bekerja, juga lewat hearing, rountable discussion, Rapat Dengar Pendapat Umum, lobying, dan informal meeting.
- Bersama dengan banyak pihak terutama serikat buruh dan organisasi massa rakyat lainnya menangani musibah-musibah massal yang dialami buruh migran seperti bencana alam, pendeportasian massal karena tidak berdokumen atau dampak perang.
- Bersama dengan banyak pihak pernah mengajukan gugatan Citizen Law Zuit terhadap Negara atas kegagalannya melindungi warganya pada Kasus Tragedi Nunukan. Gugatan diterima pada putusan sela majelis hakim PN Jakpus pada bulan Mei 2003 dan dimenangkan oleh majelis hakim pada tanggal 8 Desember 2003.
- Menjalankan berbagai aksi kampanye massif berkaitan dengan anti perdagangan manusia (traficking) dan penyeludupan manusia pada tahun 2003.
- Pernah mencoba melakukan aksi kampanye berbasis radio komunitas untuk penyebaran informasi masalah dan hak-hak buruh migran di daerah-daerah basis.
- Melakukan pendidikan dan pelatihan di basis SBMI lewat Pendidikan Kepemimpinan dan Training Advokasi kasus dan kebijakan.
- Melakukan pemantauan dan menangani korban deportasi bersama jaringan dalam berbagai Koalisi dan front hingga sekarang.
- Menyediakan shelter bagi buruh migran dan keluarganya yang lagi mengahadapi masalah hubungan kerja juga karena dideportasi maupun korban kekerasan dan menangani kasusnya hingga tuntas.
- Pernah memproduksi berbagai media kampanye yang dilakukan bersama pihak lain yang konsern dan peduli pada isu buruh migran.
- Melakukan penguatan terhadap korban pelanggaran HAM.
- Melakukan kampanye tentang perlindungan buruh migran baik di dalam maupun luar negeri.
- Membangun jaringan yang kuat lintas serikat buruh baik di dalam maupun di luar negeri.
- Mengikuti pertemuan-pertemenuan regional dan international tentang perburuhan.
- Bekerjasama dengan banyak organisasi internasional untuk penguatan kapasitas pimpinan organisasi basis SBMI.
Anggota
SEKBER BURUH, Jakarta - Sebuah organisasi/serikat pekerja/buruh, yang di bentuk atas dasar kebutuhan para buruh, di tengah krisis ekonomi yang melanda Indonesia, (1999-2000) dan juga di tengah sebuah system kapitalisme yang kian menyengsarakan nasib rakyat Indonesia umumnya, dan kaum buruh khususnya. terilhami dari kesedihan dan kesakitan yang dialami oleh banyak akum buruh kususnya di jababeka, diantara gedung- gedung pabrik yang megah, tapi upah buruh nya sangat rendah, bahkan tidak sedikit para buruh di perlakukan tidak adil oleh para pengusaha.
Berawal dari satu organisai PT. Sintertech Indonesia. OBSI (organisasi buruh sintertech Indonesia) lalu berkonsolidasi dengan PT. Mitratama Kencana OBM (organisasi buruh mitratama). Bertambah lagi dengan organisasi buruh PT Madusaari Nusaperdana.(SBMB) serikat buruh madusari bersatu. PT Kyowa Indonesia dan PT. Unipack Indonesia.(SSBUI) solidaritas serikat buruh unipack indonesia.dll
Seiring berjalannya waktu di tengah ketidak pastian kerja, jam kerja, jaminan kesehatan, kesejahteraan, yang tidak di berikan oleh perusahaan padahal Negara telah mengatur dalam UU 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, tapi pemerintahan seakan menutup mata akan hal, dan pelanggaran yang dilakukan oleh para pengusaha/kaum kapitalis yang menghamba pada system kapitalisme.
Dari beberapa organisasi/serikat buruh mandiri bersepakat untuk bersatu. Tepatnya tanggal 17 september 2006 diresmikan dalam konverensi pertama bertempat si kota sejarah rengas dengklok kota krawang yang melahirkan nama Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek (FPBJ) Disnaker Kab.Bekasi No.Pencatatan : 705/CTT.250/I/2008 kesekretariatan di. Jl. Raya Fatahilah Rt. 002/04 No. 24 Kampung Pengkolan, Desa Kali Jaya Cikarang Barat Kabupaten bekasi.
AD/ART dibentuk sesuai Undang - Undang yang berlaku di Indonesia UUD 1945/UU No 13 Th 2003/UU No 21 Th 2000.
Dengan niat dan landasan organisasi / serikat pekerja/buruh yang memperjuangkan kepastian kerja,jaminan kesehatan, kesejahteraan para buruh dan masyarakat indonesia pada umumnya. bedasarkan ketentuan umum pasal 1 undang-undang tenaga kerja tahun 2003 No.17, serikat pekerja merupakan organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja baik diperusahaan maupun diluar perusahaan, yang bersifat ; Bebas. Terbuka. Mandiri. Demokkratis, dan. Bertanggung jawab.
guna untuk memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Tepat Pada Tanggal 21 September 2008, Puncak Perayaan HUT FPBJ dilaksanakan di Daerah Pluit. Ada hal yang berbeda yang kami rasakan secara istimewa dari Perayaan ulang tahun salah satu organisasi Buruh terbesar dan progresif di Daerah Jabodetabek, Yang pertama yaitu, Di saat Ulang tahun yang kedua FPBJ di hadapkan pada kasus berat yang terjadi di basis mereka (PTP FPBJ Cv Jaya Abadi, Produsen Marie Regall Pluitt Jakarta Utara) yang menyebabkan sekitar 90 Buruh (mayoritas Perempuan dg Massa Kerja Rata2 14 thn) terancam PHK massal menjelang hari Raya Idul Fitri, Anda Bisa bayangkan betapa Tertindasnya Mereka. “Walaupun saat ini sedang menghadapi Krisis ekonomi dan menjelang Pemilu Borjuis, Sistem Organsiasi FPBJ tidak akan pernah Rapuh, sebab kami Selalu menjalankan Aktifitas Edukasi/Pendidikan di basis-basis kami secara berkesinambungan, kalau tidak percaya silakan cek”
Dari situlah tersirat keyakinan bahwa ternyata FPBJ adalah Organisasi buruh yang serius dalam mendidik, mengerakkan kesadaran berlawan para anggotanya sesuai dengan perkembangan situasi yang ada di sekitarnya. Fakta yang bisa dilihat bersama-sama yaitu pada saat MAY DAY 2008 FPBJ berhasil memobilisasi 1500 anggotanya yang tersebar di kawasan Jabodetabek untuk mengepung Istana, menuntut hak-hak kaum buruh yang masih banyak di sembunyikan baik oleh pengusaha maupun pemerintahan.
Seiring berjalannya waktu, alhamdulilah di tahun 2012 ini keanggotaan FPBJ sudah banyak tersebar salah satu bukti lagi May Day 2012 kemarin memobilisasi kembali ke pusat pemerintahan, untuk kembali berjuang, dalam hal ini tuntutannya adalah hapuskan system kerja kontrak dan outsourcing, Mereformasi Persoalan Agraria ,Dan Menasionalisasi Perusahaan Migas.sekitar ± 3500.masa,, yang tergabung dalam KPR (FPBJ-Federasi Perjuangan BUruh Jabodetabek. SMI- Serikat Mahasiswa Indonesia. SPKAJ-Serikat Pekerja Kereta Api Jabodetabek. KPOP- Kesatuan Perjuangan Organisasi Pemuda Dan PPI-Persatuan Perjuangan Indonesia).
Berkonsolidasi juga dengan beberapa organisasi/serikat buruh yang lain yang tergabung dalam Sekber Buruh. Jakarta.
NB:
untuk kawan-kawan yang sudah tergabung dalam serikat ini, lanjutkan perjuangan untuk membangun system yang pro rakyat, karena sudah jelas system kapitalisme yang hari ini masih ada di republic tercinta, sudah gagal mensejahterakan rakyat Indonesia. Dan bagi kawan-kawan yang belum tergabung mari sama-sama berjuang membangun masyarakat yang sama rata sama rasa.. sosialisme bagi seluruh warga di dunia dan Indonesia negri kita tercinta khususnya.
Contact person:
Sekjend FPBJ: damar panca mulya: michael_oncom@yahoo.co.id
Dpp FPBJ : Helmi yadi : helmi_fpbj@yahoo.co.id
Assistant in the media : aQiu : a_rochmatt@yahoo.co.id ,
twitter: @aah_biasa , Ym: aah_biasa
Phone:
08891512730
02198478713
sumber KLIK DISINI
Berawal dari satu organisai PT. Sintertech Indonesia. OBSI (organisasi buruh sintertech Indonesia) lalu berkonsolidasi dengan PT. Mitratama Kencana OBM (organisasi buruh mitratama). Bertambah lagi dengan organisasi buruh PT Madusaari Nusaperdana.(SBMB) serikat buruh madusari bersatu. PT Kyowa Indonesia dan PT. Unipack Indonesia.(SSBUI) solidaritas serikat buruh unipack indonesia.dll
Seiring berjalannya waktu di tengah ketidak pastian kerja, jam kerja, jaminan kesehatan, kesejahteraan, yang tidak di berikan oleh perusahaan padahal Negara telah mengatur dalam UU 13 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan, tapi pemerintahan seakan menutup mata akan hal, dan pelanggaran yang dilakukan oleh para pengusaha/kaum kapitalis yang menghamba pada system kapitalisme.
Dari beberapa organisasi/serikat buruh mandiri bersepakat untuk bersatu. Tepatnya tanggal 17 september 2006 diresmikan dalam konverensi pertama bertempat si kota sejarah rengas dengklok kota krawang yang melahirkan nama Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek (FPBJ) Disnaker Kab.Bekasi No.Pencatatan : 705/CTT.250/I/2008 kesekretariatan di. Jl. Raya Fatahilah Rt. 002/04 No. 24 Kampung Pengkolan, Desa Kali Jaya Cikarang Barat Kabupaten bekasi.
AD/ART dibentuk sesuai Undang - Undang yang berlaku di Indonesia UUD 1945/UU No 13 Th 2003/UU No 21 Th 2000.
Dengan niat dan landasan organisasi / serikat pekerja/buruh yang memperjuangkan kepastian kerja,jaminan kesehatan, kesejahteraan para buruh dan masyarakat indonesia pada umumnya. bedasarkan ketentuan umum pasal 1 undang-undang tenaga kerja tahun 2003 No.17, serikat pekerja merupakan organisasi yang dibentuk dari, oleh, dan untuk pekerja baik diperusahaan maupun diluar perusahaan, yang bersifat ; Bebas. Terbuka. Mandiri. Demokkratis, dan. Bertanggung jawab.
guna untuk memperjuangkan, membela serta melindungi hak dan kepentingan pekerja serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
Tepat Pada Tanggal 21 September 2008, Puncak Perayaan HUT FPBJ dilaksanakan di Daerah Pluit. Ada hal yang berbeda yang kami rasakan secara istimewa dari Perayaan ulang tahun salah satu organisasi Buruh terbesar dan progresif di Daerah Jabodetabek, Yang pertama yaitu, Di saat Ulang tahun yang kedua FPBJ di hadapkan pada kasus berat yang terjadi di basis mereka (PTP FPBJ Cv Jaya Abadi, Produsen Marie Regall Pluitt Jakarta Utara) yang menyebabkan sekitar 90 Buruh (mayoritas Perempuan dg Massa Kerja Rata2 14 thn) terancam PHK massal menjelang hari Raya Idul Fitri, Anda Bisa bayangkan betapa Tertindasnya Mereka. “Walaupun saat ini sedang menghadapi Krisis ekonomi dan menjelang Pemilu Borjuis, Sistem Organsiasi FPBJ tidak akan pernah Rapuh, sebab kami Selalu menjalankan Aktifitas Edukasi/Pendidikan di basis-basis kami secara berkesinambungan, kalau tidak percaya silakan cek”
Dari situlah tersirat keyakinan bahwa ternyata FPBJ adalah Organisasi buruh yang serius dalam mendidik, mengerakkan kesadaran berlawan para anggotanya sesuai dengan perkembangan situasi yang ada di sekitarnya. Fakta yang bisa dilihat bersama-sama yaitu pada saat MAY DAY 2008 FPBJ berhasil memobilisasi 1500 anggotanya yang tersebar di kawasan Jabodetabek untuk mengepung Istana, menuntut hak-hak kaum buruh yang masih banyak di sembunyikan baik oleh pengusaha maupun pemerintahan.
Seiring berjalannya waktu, alhamdulilah di tahun 2012 ini keanggotaan FPBJ sudah banyak tersebar salah satu bukti lagi May Day 2012 kemarin memobilisasi kembali ke pusat pemerintahan, untuk kembali berjuang, dalam hal ini tuntutannya adalah hapuskan system kerja kontrak dan outsourcing, Mereformasi Persoalan Agraria ,Dan Menasionalisasi Perusahaan Migas.sekitar ± 3500.masa,, yang tergabung dalam KPR (FPBJ-Federasi Perjuangan BUruh Jabodetabek. SMI- Serikat Mahasiswa Indonesia. SPKAJ-Serikat Pekerja Kereta Api Jabodetabek. KPOP- Kesatuan Perjuangan Organisasi Pemuda Dan PPI-Persatuan Perjuangan Indonesia).
Berkonsolidasi juga dengan beberapa organisasi/serikat buruh yang lain yang tergabung dalam Sekber Buruh. Jakarta.
NB:
untuk kawan-kawan yang sudah tergabung dalam serikat ini, lanjutkan perjuangan untuk membangun system yang pro rakyat, karena sudah jelas system kapitalisme yang hari ini masih ada di republic tercinta, sudah gagal mensejahterakan rakyat Indonesia. Dan bagi kawan-kawan yang belum tergabung mari sama-sama berjuang membangun masyarakat yang sama rata sama rasa.. sosialisme bagi seluruh warga di dunia dan Indonesia negri kita tercinta khususnya.
Contact person:
Sekjend FPBJ: damar panca mulya: michael_oncom@yahoo.co.id
Dpp FPBJ : Helmi yadi : helmi_fpbj@yahoo.co.id
Assistant in the media : aQiu : a_rochmatt@yahoo.co.id ,
twitter: @aah_biasa , Ym: aah_biasa
Phone:
08891512730
02198478713
sumber KLIK DISINI
Anggota
Subscribe to:
Posts (Atom)




